Daya Protein: Tidak Hanya untuk Otot (Bagian 2 – Kontrol Nafsu Makan)

Protein dan Hormon

Protein digunakan untuk membuat hormon, yang merupakan pembawa pesan dalam tubuh. Mereka diproduksi di satu bagian tubuh dan kemudian didistribusikan – melalui darah, interstisial atau cairan tubuh lainnya – ke organ atau jaringan lain. Di sana mereka memodifikasi aktivitas dan fungsi.

Artikel singkat ini akan fokus hanya pada beberapa hormon dan bagaimana mereka memengaruhi nafsu makan.

• CCK (Cholecystokinin)

Rasa kenyang adalah perasaan bahwa Anda tidak membutuhkan makanan lain karena Anda masih puas dengan yang terakhir.

CCK bisa dibilang hormon kenyang yang paling kuat dalam tubuh. Ini mengurangi nafsu makan dengan merangsang fungsi pusat kenyang kunci otak, VMH (hipotalamus ventromedial).

CCK dilepaskan ketika kita makan protein dan lemak. Itu mempengaruhi preferensi makanan kita dengan mengurangi keinginan untuk karbohidrat.

Siapa pun yang menderita keinginan berlebihan untuk karbohidrat mungkin perlu makan lebih banyak protein. Vegan, misalnya, mungkin mengalami keinginan yang kuat untuk karbohidrat, termasuk gula.

Menemukan sumber protein yang benar adalah faktor kunci dalam mengurangi mengidam vegan. Lebih lanjut tentang itu di Bagian 3.

Makan protein yang cukup juga dapat menjadi kunci dalam menaklukkan kecanduan gula untuk alasan yang sama ini.

• Ghrelin

Ghrelin meningkatkan nafsu makan dengan merangsang hipotalamus lateral otak. LH dapat dilihat sebagai pusat 'makan'.

Makan protein dapat membantu mengurangi pelepasan ghrelin. Pada pria sehat, sarapan protein tinggi menurunkan kadar ghrelin pasca makan lebih dari sarapan berkarbohidrat tinggi. Makanan tinggi protein juga memperlambat pengosongan lambung. Peneliti mengaitkan kedua efek pada sekresi CCK dan glukagon, keduanya dipicu oleh protein.

• Glukagon

Glukagon adalah hormon yang dibuat di pankreas. Insulin juga, tetapi fungsi dari dua hormon berlawanan dan bekerja untuk menyeimbangkan kadar glukosa.

Insulin juga cenderung menjadi hormon penyimpanan lemak, sementara glukagon memindahkan lemak dari penyimpanan dan ke dalam aliran darah sehingga mereka dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, daripada disimpan.

Sementara banyak makanan memicu pelepasan insulin, hanya makanan protein yang memicu glukagon. Glukagon juga disekresikan ketika kita berolahraga.

Seperti disebutkan di atas, glukagon dan CCK tampaknya mempengaruhi kontrol nafsu makan dengan memodifikasi tingkat ghrelin.

Jangan lewatkan protein dan kimia otak, usia, dan solusi vegan di Bagian 3, di sini minggu ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *